Monday, January 14, 2013

ROA

Oleh: Rofiqotul Jannah
Prodi Ekonomi Syariah, Universitas Yudharta Pasuruan


Return On Asset merupakan rasio antar laba bersih yang berbanding terbalik dengan keseluruhan aktiva untuk menghasilkan laba. Rasio ini menunjukan berapa besar laba bersih yang diperoleh perusahaan diukur dari nilai aktivanya. Analisis Return On assets atau sering diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai rentabilitas ekonomi mengukur perkembangan perusahaan menghasilkan laba pada masa lalu. Analisis ini kemudian diproyeksikan ke masa mendatang yntuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba pada masa-masa mendatang.
Beberapa ahli mendefinisakan Retutn On Asset sebagai berikut : 
Definisi Return On Asset (ROA) yaitu “Return On Asset (ROA) yaitu rasio antara Net Income After Tax terhadap aset secara keseluruhan menunjukan ukuran produktivitas aktiva dalam memberikan pengembalian pada penanaman modal”.(Sawir,2001)
Menurut Henry Simamora dalam bukunya Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan mendefinisakan Return on Asset yaitu “Rasio imbalan aktiva (ROA) merupakan suatu ukuran keseluruhan profitabilitas perusahaan”. (2006:529)
Dari definisi-definisi di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Return on Asset merupakan rasio imbalan aktiva dipakai untuk mengevaluasi apakah manajemen telah mendapat imbalan yang memadai ( reasobable return ) dari asset yang dikuasainya. Dalam perhitungan rasio ini, hasil biasanya didefinisakan sebagai sebagai laba bersih ( Operating income ). Rasio ini merupakan ukuran yang berfaedah jika seseorang ingin mengevaluasi seberapa baik perusahaan telah memakai dananya, tanpa memperhatikan besarnya relatif sumber dana tersebut. Return On Asset kerap kali dipakai oleh manajemen puncak untuk mengevaluasi unit-unit bisnis di dalam suatu perusahaan multidivisional.

2.2 Laba
2.2.1 Pengertian Laba
Tujuan utama dari perusahaan yaitu untuk memperoleh laba, baik untuk mempertahankan eksistensinya maupun untuk mengembangkan perusahaannya. 
Menurut I. Gilanso dalam bukunya “ Pengantar Ekonomi Mikro” mengatakan bahwa :
“ Laba adalah selisih antara penerimaan atau pendapatan total dan jumlah 
seluruh biaya”.
(1999:36)
Menurut Soemarno S.R dalam bukunya Akuntansi Suatu Pengantar 2 definisi laba adalah :
“Selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha”.
(2005:230)
Menurut Hendry Simamora dalam bukunya Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis definisi laba adalah “Perbedaan pendapat dengan beban, jikalau pendapatan melebihi beban maka hasilnya adalah laba bersih”.
(2000:25)
Menurut Zaki Baridwan dalam bukunya Intermediate Accounting definisi laba adalah :
Kenaikan modal ( aktiva bersih ) yang berasal dari transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemilik. (1997:31)

Menurut ASSEGAF Ibrahim Abdullah dalam Kamus Akuntansi “Dictionary of Accounting” definisi laba adalah “Bagi perusahaan secara keseluruhan adalah kelebihan pendapatan atas seluruh beban dan biaya”.
(2001:347)
2.2.2 Jenis-jenis Laba
Dalam bukunya Akuntansi suatu pengantar 1 Soemarsono menyebutkan beberapa laba dalam bagian perhitungan laba rugi yaitu :
a. Laba Bruto
Laba bruto yaitu selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Laba bruto kadang disebut juga laba kotor. Disebut laba kotor karena jumlah ini masih harus dikurangi dengan biaya usaha.
b. Laba Usaha
Laba usaha yaitu selisih antara laba bruto dan biaya usaha. Laba usaha adalah laba yang diperoleh semata-mata dari kegitan utama perusahaan
c. Laba Bersih
Laba Bersih yaitu selisih lebih semua pendapatan dan keuntungan terhadap semua biaya dan kerugian. Laba bersih merupakan angka terakhir dalam laporan laba rugi jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap modal.
Menurut John J. Wild dalam bukunya Analisis Laporan Keuangan definisi laba adalah “Pendapatan dan keuntungan dikurangi beban dan kerugian selama periode pelaporan”. (2004:110)
M. Tuanakotta mengemukakan jenis-jenis laba dalam hubungannya dengan perhitungan laba, yaitu :
1. Laba Kotor yaitu perbedaan antara pendapatan bersih dan penjualan dengan HPP.
2. Laba dari operasi yaitu selisih antara laba kotor dengan total beban operasi.
3. Laba bersih yaitu angka terakhir dalam perhitungan laba rugi dimana untuk mencarinya laba operasi ditambah dengan beban lain-lain
Menurut Ahmad Belkaoli dalam menyajikan laporan laba rugi akan terlihat penggolongan dalam penetapan pengukuran laba sebagai berikut :
1. Laba kotor atas penjualan, merupakan selisih dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan . Laba ini dinamakan laba kotor hasil penjualan bersih sebelum dikurangi dengan beban operasi lainnya untuk periode tertentu.
2. Laba bersih operasi perusahaan yaitu laba kotor dikurangi dengan sejumalah penjualan, biaya administrasi dan umum.
3. Laba bersih sebelum potongan pajak, merupakan pendapatan perusahaan secara keseluruhan sebelum potongan pajak perseroan, yaitu perolehan apabila laba dikurangi atau ditambah dengan denagn selisih pendapatan adan biaya lain-lain.
4. Laba kotor sesudah potongan pajak yaitu laba bersih setelah ditambah atau dikurangi dengan pendapatan dan biaya nonoperasi dan dikurangi dengan pajak perseroan.

2.3. Peranan Return On Asset Dalam Meningkatkan Laba
Rasio Return On Asset digunakan untuk mengukur manajemen perusahaan dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROA yang diperoleh, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan asset. ( Dendawijaya :2001:120)


referensi:
http://timut2211.blogspot.com/2011/08/blog-post.html
http://www.investopedia.com/terms/r/returnonassets.asp

No comments:

Post a Comment