Sunday, January 13, 2013

Full Costing


Oleh: Rofiqotul Jannah
Prodi Ekonomi Syariah, Universitas Yudharta Pasuruan

Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi , yanag terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik baik yang berprilaku variabel maupun tetap. Dengan demikian harga pokok produksi dengan full costing terdiri dari unsur harga pokok produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langusung, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap) ditambah dengan biaya non produksi (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum.

CONTOH
Data mengenai produksi, biaya, dan penjualan selama tahun 2002 dan tahun 2003 suatu perusahaan adalah sbb. :

Tahun 2002     Tahun 2003

-Volume produksi       1.000 unit       800 unit
-Volume Penjualan      800 unit          1.000 unit
-Harga jual per unit     Rp. 350,-        Rp. 350,-
-Biaya-Biaya produksi :
1. Variabel :
By. Bahan Baku perunit Rp. 75,-       Rp. 75,-
By. T,Kerja perunit     Rp. 41,-          Rp. 41,-
Tarif BOP       Rp. 30,-          Rp. 30,-
By. Adm.&Penjualan  Rp.12,-           Rp. 12,-
2. Tetap pertahun :
BOP tetap       Rp. 92.000,-   Rp. 92.000,-
Adm. & Penjualan      Rp. 50.000,-   Rp. 50.000-

Berdasarkan data tersebut di atas, susunlah rugi laba menurut metode Full Costing dan Variabel Costing untuk tahun 2002 dan tahun 2003.

Konsep Full Costing ini selalu digunakan untuk memenuhi pelaporan kepada pihak Eksternal. Hal ini sesuai dengan Pronsip Akuntansi Indonesia, 1984), dimana harga pokok barang yang diproduksi meliputi semua biaya (biaya bahan langsung, upah langsung serta biaya produksi tak langsung) dengan memperhitungkan saldo awal dan saldo akhir barang dalam pengolahan.


Sumber:
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2060416-aplikasi-metode-costing-dan-variable/#ixzz2HsKbvEw3
http://blogdeta.blogspot.com/2010/06/full-costing-dan-variabel-costing.html

No comments:

Post a Comment